Saturday, June 14, 2014 0 comments

Kanker


Penyakit Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, tidak terlalu berbahaya, dan tidak menyebar ke luar jaringan. Sedangkan tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali dan merusak jaringan lainnya.

Jenis - jenis kanker yaitu :

- Karsinoma
Yaitu jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium, kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung, pancreas, dan esofagus.

- Limfoma
Yaitu jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang. Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe dan limfa)

- Leukemia
Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi pembuluh darah dan mengganggu fungsi sel darah normal.

- Sarkoma
Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada dipermukaan tubuh seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang ditemukan diotot dan tulang.

- Glioma
Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan penunjang) di susunan saraf pusat.

- Karsinoma in situ
Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif (kelainan/luka yang belum menyebar)
0 comments

Infeksi Saluran Kemih


                             Infeksi Saluran Kemih
PATOFISIOLOGI
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kolonisasi bakteri di berbagai segmen di saluran kemih. Jumlah organisme dalam urine lebih besar dari yang dapat ditampung. Kriteria diagnostik paling umum untuk ISK (Infeksi saluran kemih)adalah terdapat minimal 100.000 koloni bakteri dalam 1 ml urine pancar tengah pada dua biakan berturut-turut.

Adanya urine dan kotoran di sekeliling meatus urinarius memungkinkan bakteri berproliferasi dan naik ke dalam uretra. Anak-anak yang berisiko adalah mereka yang mengalami defek pada sistem perkemihan, penyakit kronis, dan kelainan neurologis. ISK (Infeksi saluran kemih) adalah penyakit infeksi kedua terbanyak setelah infeksi saluran napas bagian atas.
INSIDENS
1. Rasio perempuan/laki-laki adalah 9:1.
2. Rentang usia insidens puncak pada anak perempuan adalah usia 7 sampai 11 tahun.
3. Rentang usia insidens puncak pada anak laki-laki adalah usia 2 sampai 6 tahun.
4. 90% dari organisme yang menginfeksi adalah Escherichia coli.
5. 57% laki-laki dan 37% perempuan dengan ISK memiliki abnormalitas yang mendasari.
6. Insidens ISK simtomatik lebih rendah dari ISK asimtomatik. 7. 30%-80% penderita ISK mengalami infeksi ulang dalam 1 tahun.
8. ISK jarang mengakibatkan kerusakan permanen, penyakit ginjal terminal, atau pielonefritis kronis.
9. Anak laki-laki yang tidak disirkumsisi mengalami 2 sampai 3 kali ISK semasa kanak-kanak.

MANIFESTASI KLINIS
Bayi (Pertama Muncul dengan Gejala Samar)

1. Kolik
2. Ikterus
3. Kurang nafsu makan
4. Muntah
5. Demam
6. Letargi
7. Iritabilitas
8. Peningkatan frekuensi penggantian popok karena basah
9. Retardasi pertumbuhan atau keperawatan.
Anak Prasekolah
1. Demam (paling sering)
2. Pancaran urine lemail atau menetes
3. Urine berbau busuk
4. Hematuria
5. Enuresis
6. Nyeri abdomen
7. Sering berkemih
8. Urgensi
9. Disuria
Anak Usia Sekolah
1. Diare
2. Urine kuat
3. Hematuria
4. Disuria
5. Sering berkemih
6. Urgensi
7. Perubahan kepribadian
0 comments

Stroke


Cara Ampuh Cegah Stroke

      Bagi anda yang rajin makan pisang akan memperoleh manfaat istimewa, karena pisang ternyata dapat menjadi tameng serangan stroke.
      Pisang mengandung vitamin dan mineral . sebuah pisang yang matang mengandung 99 kalori ; 1,2 gram protein ; 0,2 gram lemak ; 25,8 mg karbohidrat ; 0,7 gram serat ; 8 mg kalsium ; 28 mg fosfor ; 0,5 mg zat besi ; 0,08 mg vitamin B ; 3 mg Vitamin C dan 72 gram air.
>>Pembekuan darah
       Salah satu studi, seperti dilansir detik Food, selasa (31/1), menyebut bahwa mereka yang mengonsumsi sedikitnya tiga pisang setiap hari memiliki risiko lebih kecil terserang stroke.  Pasalnya makanan cukup kalium dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pembekuan darah di otak sekitar 21%. Penelitian terbatu ini diterbitkan oleh  Journal of American College of Cardiology.
      Pisang rata-rata juga mengandung sekitar 500 miligram kalium yang membantu menurunkan tekanan darah dan mengontrol keseimbangan cairsn dalam tubuh. Tgekanan tinggi adalah factor resiko terbesar muunculnya serangan stroke.
Sementara kandungan assam folat, magnesium, vitamin A, vitamin C dan potassium yang ada pada pisang berperan penting untuk mem\ndorong produksi serotonin atau hormone kebahagiaan. Hormon ini berfungsi meningkatkan mood dan member rasa sehat, tenang dan nyaman.
      Namun, meski beberapa study sebelumnya menyebutkan pisang dapat mengendalikan tekanan darah dan mencegah stroke serta penyakit jantung, jika di konsumsi tidak teratur hasil yang didapat pun tidak optimal.
0 comments

Sputum

Sputum

Definisi : bahan yang dikeluarkan dari paru, bronchus, dan trachea melalui mulut. Biasanya juga disebut dengan expectoratorian. (Dorland)

Orang dewasa normal (menurut bu PW, price wilson) katanya bisa memproduksi mukus (sekret kelenjar) sejumlah 100 ml dalam saluran napas setiap hari. Mukus ini digiring ke faring dengan mekanisme pembersihan silia dari epitel yang melapisi saluran pernapasan. Keadaan abnormal produksi mukus yang berlebihan (karena gangguan fisik, kimiawi, atau infeksi yang terjadi pada membran mukosa), menyebabkan proses pembersihan tidak berjalan secara adekuat normal seperti tadi, sehingga mukus ini banyak tertimbun. Bila hal ini terjadi, membran mukosa akan terangsang, dan mukus akan dikeluarkan dengan tekanan intrathorakal dan intraabdominal yang tinggi. Dibatukkan, udara keluar dengan akselerasi yg cepat beserta membawa sekret mukus yang tertimbun tadi. Mukus tersebut akan keluar sebagai sputum.

Sputum yang dikeluarkan oleh seorang pasien hendaknya dapat dievaluasi sumber, warna, volume, dan konsistensinya, karena kondisi sputum biasanya memperlihatkan secara spesifik proses kejadian patologik pada pembentukan sputum itu sendiri.
- Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan, kemungkinan berasal dari sinus, atau asluran hidung, bukan berasal dari saluran napas bagian bawah.
- Sputum banyak sekali&purulen → proses supuratif (eg. Abses paru)
- Sputum yg terbentuk perlahan&terus meningkat → taanda bronkhitis/ bronkhiektasis.
- Sputum kekuning-kuningan → proses infeksi.
- Sputum hijau → proses penimbunan nanah. Warna hijau ini dikarenakan adanya verdoperoksidase   yg dihasikan oleh PMN dlm sputum. Sputum hijau ini sering ditemukan pada penderita bronkhiektasis karena penimbunan sputum dalam bronkus yang melebar dan terinfeksi.
- Sputum merah muda&berbusa → tanda edema paru akut.
- Sputum berlendir, lekat, abu-abu/putih → tanda bronkitis kronik.
- Sputum berbau busuk → tanda abses paru/ bronkhiektasis.


SECARA UMUM

Cara pengambilan sputum secara umum :
1. Pengambilan sputum sebaiknya dilakukan pada pagi hari, dimana
kemungkinan untuk mendapat sputum bagian dalam lebih besar. Atau juga
bisa diambil sputum sewaktu. Pengambilan sputum juga harus dilakukan
sebelum pasien menyikat gigi.
2.Agar sputum mudah dikeluarkan, dianjurkan pasien mengonsumsi air
yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum.
3.Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan sputum agar yang
dibatukkan benar-benar merupakan sputum, bukan air liur/saliva ataupun
campuran antara sputum dan saliva. Selanjutnya, jelaskan cara mengeluarkan
sputum.
4.Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh untuk berkumur-kumur
dengan air dan pasien harus melepas gigi palsu(bila ada).
5.Sputum diambil dari batukkan pertama(first cough).
6.Cara membatukkan sputum:
Tarik nafas dalam dan kuat(dengan pernafasan dada)batukkan kuat sputum
dari bronkustrakeamulutwadah penampung.
Wadah penampung berupa pot steril bermulut besar dan berpenutup(Screw
Cap Medium).
7.Periksa sputum yang dibatukkan, bila ternyata yang dibatukkan adalah
air liur/saliva, maka pasien harus mengulangi membatukkan sputum.
8.Sebaiknya, pilih sputum yang mengandung unsur-unsur khusus,
seperti, butir keju, darah dan unsur-unsur lain.
9.Bila sputum susah keluarlakukan perawatan mulut
Perawatan mulut dilakukan dengan obat glyseril guayakolat(expectorant)
200 mg atau dengan mengonsumsi air teh manis saat malam sebelum
pengambilan sputum.
10.Bila sputum juga tidak bisa didahakkan, sputum dapat diambil secara:
- Aspirasi transtracheal
- Bronchial lavage
- Lung biopsy

Cara penyimpanan sputum:
Yaitu berbeda-beda untuk masing-masing departemen

Cara pengiriman spesimen:
Baik spesimen yang dikirim dalam pot maupun wadah harus disertai dengan
data/keterangan, baik mengenai kriteria spesimen maupun pasien. Ada 2 data
yang harus disertakan, yaitu:
1. Data 1:
Pot/wadah dilabel dengan menempelkan label pada dinding luar pot. Proses
direct labelling yang berisi data: nama, umur, jenis kelamin, jenis spesimen,
jenis tes yang diminta dan tanggal pengambilan.
2. Data 2:
Formulir/kertas/buku yang berisi data keterangan klinis: dokter yang
mengirim, riwayat anamnesis, riwayat pemberian antibiotik terakhir(minimal
3 hari harus dihentikan sebelum pengambilan spesimen), waktu pengambilan
spesimen, dan keterangan lebih lanjut mengenai biodata pasien.

Jadi, data mengenai spesimen harus jelas: label dan formulir.
Spesimen tidak akan diterima apabila:
- Tidak dilengkapi dengan data yang sesuai.
- Jumlah yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kurang
- Cara pengambilan tidak sesuai dengan prosedur yang ada.
0 comments

Examination for typhoid fever - Demam typhoid

 TEST WIDAL
          Pemeriksaan widal adalah salah satu pemeriksaan serologi yang bertujuan untuk menegakan diagnosa demam tipoid.Uji widal positif artinya ada zat anti (antibodi) terhadap kuman Salmonella, menunjukkan bahwa seseorang pernah kontak/terinfeksi dengan kuman Salmonella tipe tertentu. Pemeriksaan ini masih banyak dipakai di negara-negara berkembang dikarenakan biayanya yg relatif terjangkau dan hasilnyapun dapat diketahui dengan segera.

          Pemeriksaan widal bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi (kekebalan tubuh) terhadap kuman Salmonela dengan cara mengukur kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam sampel darah. Tubuh kita akan membentuk antibodi jika terpapar kuman Salmonela typhi, baik kuman yg masuk secara alamiah dan menyebabkan sakit, kuman yg masuk namun tidak menunjukan gejala (karier) ataupun melalui vaksinasi.
          Pada pasien yg saat ini tidak sedang sakitpun pemeriksaan widal mungkin saja menunjukan hasil yang positif, pada pasien yang mendapat vaksinasi tipoid hasil pemeriksaan widalnyapun bisa positif. Perlu diperhatikan sobat analis semua bahwa pemeriksaan widal yang positif bukan hanya terjadi pada infeksi kuman Salmonella typhi, namun juga akibat infeksi kuman Salmonella yang lain, sehingga pada saat ini pemeriksan ini tidak dapat lagi dijadikan acuan pemeriksaan yg spesifik terhadap penyakit tipoid.
          Pengambilan sampel pasien untuk pemeriksaan widal juga kadang kurang tepat waktunya, karena berdasarkan perjalanan penyakitnya antibodi terbentuk pada hari ke 5-7 ke atas, sehingga tidak bijak jika pemeriksaan widal dilakukan sebelum hari ke 5, dan kalaupun pada pemeriksaan wideal didapat hasil yg positif pada sebelum hari ke 5 maka yg terdeteksi tersebut dimungkinkan antibodi yg terbentuk tersebut berasal dari infeksi sebelumnya.Mengingat adanya kelemahan tersebut maka pada saat ini di era kemajuan teknik pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan tersebut seharusnya tidak lagi menjadi pilihan, meskipun masih saja dilakukan di laboratorium-laboratorium pratama atau di daerah-daerah dimana teknik pameriksaan yg lain belum tersedia, namun tetap memperhatikan hal-hal penting dalam menegakan diagnosa tipoid yaitu tanda klinis yg menunjang (demam lebih dari 7 hari, anamnesis dan pemeriksaan fisik) atau dilakukan pemeriksaan widal serial pada minggu ke 1 dan minggu ke 2 dan pada periode convalescence saatdemam mulai turun (pemeriksaan cukup bermakna jika terdapat kenaikan titer 2-4 kali).
Pemeriksaan ini walaupun lebih baru namun pemeriksaannya kurang praktis dan harganya lebih mahal.
Pemeriksan yang tepat
       Dari gejala-gejala klinik yang mengarah ke arah demam tipoid, pemeriksaan di bawah ini seharusnya direkomendasikan oleh seorang dokter untuk menegakan diagnosanya :
1. Pemeriksaan laboratorium sederhana, sehingga pada pemeriksaan tersebut didapatkan leukopenia, aneusinofilia, trombositopenia, dan limpositosos relatif
2. Pemeriksaan IgM Anti Salmonella (Tubex TF)
Pada pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya antigen spesifik dari kuman salmonella walaupun pemeriksaan dilakukan dalam minggu pertama setelah demam.
3. Kultur darah
Pemeriksaan ini merupakan gold standar untuk pemeriksaan demam tipoid
4. PCR (polymerase Chain Reaction)
Beberapa hal yang sering disalahartikan :
1. Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh, hal ini pengertian yang salah. Uji widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella.
2. Pemeriksaan widal yang diulang setelah pengobatan dan menunjukkan hasil positif dianggap masih menderita tifus, ini juga pengertian yang salah.
Setelah seseorang menderita tifus dan mendapat pengobatan, hasil uji widal tetap positif untuk waktu yang lama sehingga uji widal tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menyatakan kesembuhan.
Hasil ulang pemeriksaan widal positif setelah mendapat pengobatan tifus, bukan indikasi untuk mengulang pengobatan bilamana tidak lagi didapatkan gejala yang sesuai.
Hasil uji negatif dianggap tidak menderita tifus :
Uji widal umumnya menunjukkan hasil positif 5 hari atau lebih setelah infeksi. Karena itu bila infeksi baru berlangsung beberapa hari, sering kali hasilnya masih negatif dan baru akan positif bilamana pemeriksaan diulang. Dengan demikian,hasil uji widal negatif,terutama pada beberapa hari pertama demam belum dapat menyingkirkan kemungkinan tifus.
Untuk menentukan seseorang menderita demam tifoid :
1.  Tetap harus didasarkan adanya gejala yang sesuai dengan penyakit tifus.
2. Uji widal hanya sebagai pemeriksaan yang menunjang diagnosis.
Seorang tanpa gejala,dgn uji widal positif tidak dapat dikatakan menderita tifus.

Memang terdapat kesulitan dalam interpretasi hasil uji widal karena kita tinggal di daerah endemik,yang mana sebagian besar populasi sehat juga pernah kontak atau terinfeksi, sehingga menunjukkan hasil uji widal positif. Hasil survei pada orang sehat di Jakarta pada 2006 menunjukkan hasil uji widal positif pada 78% populasi orang dewasa. Untuk itu perlu kecermatan dan kehatihatian dalam interpretasi hasil pemeriksaan widal.
PENILAIAN
Titer widal biasanya angka kelipatan :1/32 , 1/64 , 1/160 , 1/320 , 1/640.
- Peningkatan titer uji Widal 4 x (selama 2-3 minggu) : dinyatakan (+).
- Titer 1/160 : masih dilihat dulu dalam 1 minggu kedepan, apakah ada kenaikan titer. Jika
ada, maka dinyatakan (+).
- Jika 1 x pemeriksaan langsung 1/320 atau 1/640, langsung dinyatakan (+) pada pasien dengan gejala klinis khas.
Uji Widal didasarkan pada :
- Antigen O ( somatic / badan )
- Antigen H ( flagel/semacam ekor sebagai alat gerak )
Jika masuk ke dalam tubuh kita, maka timbul reaksi antigen-antibodi.ANTIBODI terhadap :
Antigen O : setelah 6 sampai 8 hari dari awal penyakit.
Antigen H : 10-12 hari dari awal penyakit.
Uji ini memiliki tingkat sensitivitas dan spesifitas sedang (moderate).
Pada kultur yang terbukti positif, uji Widal yang menunjukkan nilai negatif bisa mencapai 30 persen.
Beberapa keterbatasan uji Widal ini adalah:
1.Negatif Palsu
Pemberian antibiotika yang dilakukan sebelumnya (ini kejadian paling sering di negara kita, demam →di beri antibiotika →tidak sembuh dalam 5 hari →dilakukan test Widal) menghalangi respon antibodi.
Padahal sebenarnya bisa positif jika dilakukan kultur darah.
2. Positif Palsu
  Beberapa jenis serotipe Salmonella lainnya (misalnya S. paratyphi A, B, C) memiliki antigen O dan H juga, sehingga menimbulkan reaksi silang dengan jenis bakteri lainnya, dan bisa menimbulkan hasil positif palsu (false positive).
Padahal sebenarnya yang positif kuman non S. typhi (bukan tifoid).
  Beberapa penyakit lainnya : malaria, tetanus, sirosis, dll.
0 comments

Gastrointestinal system

SISTEM GASTROINTESTINAL
                             Sistem pencernaan atau sistem gastrointestinal adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh
                           Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terl`etak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
Mulut
©      Merupakan jalan masuk sistem pencernaan
©       Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir
©       Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah, penciuman dirasakan oleh saraf olfaktorius di hidung
©       Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar)
©       Ludah (saliva) akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya
©       Ludah juga mengandung antibodi dan enzim


MULUT

Tenggorokan (Faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan
Kerongkongan (Oesofagus)
Merupakan tabung berotot yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung
Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik
dibagi menjadi 3 bagian :
a.bagian superior
b.bagian tengah (media)
c. bagian inferior


Lambung (Gaster)
   Merupakan organ otot berongga yang besar dan terdiri dari 3 bagian yaitu Kardia, Fundus, dan Antrum.
Makanan masuk ke dalam lambung melalui otot berbentuk cincin (sfincter) yang bisa membuka dan menutup
 Lambung berkontraksi secara ritmik untuk mencampur makanan dengan emzim-enzim 
 Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting : lendir, asam klorida (HCl), pepsin
 Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung
 HCl menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna memecah protein dan berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.


LAMBUNG

Usus Halus
     Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum)
     Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter

usus dua belas jari (duodenum)
•      Adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke jejunum
•      Duodenum merupakan bagian terpendek dari usus halus
•      Lambung melepaskan makanan ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus.
usus kosong (jejunum)
•      Adalah bagian kedua dari usus halus, lataknya di antara duodenum dan ileum
•      Permukaan dalam jejunum berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus
usus penyerapan (ileum)
•      Adalah bagian terakhir dari usus halus dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu (apendix)
•      Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu

   

              

USUS HALUS

Usus Besar (Kolon)
       terdiri dari :
1. kolon asendens (kanan)
2. kolon transversum
3. kolon desendens (kiri)
4. kolon sigmoid
         Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi
  Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K
 Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.

     

USUS BESAR (KOLON)
Usus Buntu (Caecum)
          Dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada ileum serta bagian kolon ascendens dari usus besar

Umbai Cacing (Appendix)
©      adalah organ tambahan pada usus buntu.
©      dalam anatomi manusia appendix adalah ujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum
©      dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm
©      banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik

Rectum & Anus
     Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar dan berakhir di anus
                      Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk BAB
     Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh 
    Suatu cincin berotot (sfingter ani) menjaga agar anus tetap tertutup


RECTUM&ANUS

pancreas
•      merupakan suatu organ yang terdiri dari 2 jaringan dasar :
-  Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang akan dilepaskan ke duodenum
- Pulau pankreas, menghasilkan hormon yang akan dilepaskan ke dalam darah
•      pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.
hati
•      merupakan sebuah organ yang besar dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
•      zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan kapiler. Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta.
kandung empedu & saluran empedu
•      Empedu memiliki 2 fungsi penting :
- membantu pencernaan dan penyerapan lemak
-     berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh
0 comments

Semua Tentang Tumbuhan -- All about plant

Sistem Reproduksi

                Reproduksi adalah aktifitas makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan dengan tujuan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
      A.      Reproduksi Pada Tumbuhan
      1)      Reproduksi Generatif (kawin)
Terjadi melalui proses pembuahan (fertilisasi), yaitu : peleburan serbuk sari (gamet jantan) dengan sel telur (betina)yang didahului peristiwa penyerbukanatau persarian.
      A.       penyerbukan
           1. Penyerbukan dengan pelantara
                            Anemogami : Penyerbukan melalui angin , seperti yang terjadi pada rumput-rumputan.
                            Hidrogami    :  terjadi pada tumbuhan air seperti Hydrilla.
                            Zoidiogami   :
                   Berdasarkan macam hewannya di bagi menjadi :
     *      Ornitogami
     *      Kiropterogami
     *      Entomogami
            *      Malakogami 
   d. Antropogami : peyerbukan melalui, misalnya pada tanaman vanili.
2. Penyerbukan tanpa pelantara
           Penyerbukan tanpa pelantara terjadi melalui kleistogami , yaitu melekatnya serbuk sari lansung ke kepala putik.
 Macam penyerbukan tanpa pelantara  berdasarkan asal serbuk sari :
                   *      Autogami (Penyerbukan Sendiri)
                   Serbuk sari berasal pada bunga yang sama, umumnya terjadi pada bunga biseksual.
                   *      Geitonogami (Penyerbukan Tetangga)
                   Serbuk sari berasal dari bunga lain tapi masih dalam satu pohon. Umumnya terjadi pada
                         tumbuhan berumah satu.
                   *      Alogami (Penyerbukan Silang)
                   Serbuk sari berasal dari tumbuhan bunga lain yang sejenis. Umumnya terjadi pada tumbuhan  
                   yang berumah dua. 
                    Bastar
                  serbuk sari berasal dari bunga tumbuhan lain yang berbeda varietasnya.
Pada beberapa tumbuhan, penyerbukan tidak dapat terjadi secara autogami karena :
*      Diesis (berumah dua ),  bunga jantan dan bunga betina terdapat pada individu berbeda.
*      Dikogami , bila serbuk sari dan putik tidak masak bersama. Dibedakan menjadi :
a.       Protandri , bila serbuk sari masak lebih dahulu dari pada putik.
b.      Protogeni , bila putik masak lebih dahulu dari pada serbuk sari.
*      Herkogami, putik dan serbuk sari massak bersamaan, tetapi letak dan bentuk serbuk sari serta  putik sedemikian rupa sehingga serbuk sari tidak dapat jatuh di ke kepala putik , sehingga memerlukan bantuan.
          B.      Pembuahan
1)      Pembuahan Ganda
Terjadi karena inti sperma tidak hanya membuahi sel telur menjadi individu baru, tetapi juga melebur dengan inti kandung lembaga sekunder menjadi endosperma (keeping biji) sebagai cadangan makanan bagi individu baru.
                 Mekanisme pembuahann ganda
a.       Perkembangan serbuk sari
Inti serbuk sari membelah menjadi 2, yaitu : inti vegetatif dan inti generative.
Inti generative membelah lagi menjadi 2 inti generatif atau inti sperma.
Dalam perkembanngan selanjutnya umumnya inti vegetative akan mati.
b.      Perkembangan sel telur
Di dalam bakal bijiterjadi pembelahan meiosis dari sel neselus menjadi 4 sel anak yang 3 diantaranya mati, yang 1 tumbuh menjadi bakal kandung lembaga primer. Inti sel bakal kandung lembaga primer membelah menjadi 2, yang 1 menuju kalaza sedangkan yang lain menuju ke mikrofil dan masing- masing membelah 2 kkali berturut-turut sehingga terbentuk 8 inti . Di kalaza , 3 inti menempatkan diripada dinding yang di sebut antipoda., dan 1 inti menuju ke tengah. Di mikrofil, 3 inti menempel dekat mikrofil. Yang tengah menjadi sel telur , sedangkan yang kiri dan kanannya di sebut sinergid.kedua inti yang tetap tinggal di tengah bersatu menjadi sebuah inti yang diploid yang disebut kandung lembaga sekunder.
Dalam pembuahan, 1 inti generatif (inti sperma) membuahi sel telur membentuk zigot yang akan menadi individu baru. Inti genertif lain bersatu dengan inti lembaga sekunder membentuk endosperma.
*      Cara inti sperma memasuki ruang bakal biji :
1.       Porogami : masuk melalui mikrofil
2.       Aporogami : tidak melalui mikrofil
3.       Kalazogami : masuk melalui kalaza
*      Cara embrio terbentuk :
a.       Amfimiksis : Embrio berasal dari sel telur dan inti sperma.
b.      Apomiksis : Embrio bukan berasal dari sel telur dan inti sperma. Apomiksis dapat menyebabkan terjadinya lebih dari satu embrio (poliembrioni) dalam biji.
Macam apomiksis:
·         Parthenogenesis : embrio berasal dari ovum yang tidak dibuahi.
·         Apogami  : embrio berasal dari bgian lain kandung  lembaga, misalnya : sinergid atau antipoda (tanpa pembuahan)
·         Embrio adventif : embrio berasal dari sel nuselus yang di buahi sperma.
2)      Pembuahan tungal
Terjadi pada Gymnospermae, semua inti sperma bersatu dengan ovum yang kemudian berkembang menjadi embrio.
                2). Reproduksi vegetative (tidak kawin)
                                adalah pembentukan individu baru tanpa peleburan gamet jantan dan betina.
              *      Macam reproduksi vegetatif :
a.       Vegetatif alami
b.      Vegetatif buatan : stek, cangkok, merunduk, okulasi (menempel), menyambung (enten), dan kultur jaringan.
              *      Cara reproduksi vegetatif alami:
              o   Spora : jamur, lumut, paku
              o   Stolon : batang menjalar diatas permukaan  tanah, tunas tumbuh pada stolon.
                                       Misalnya : rumput teki dan strawberry.
              o   Akar tinggal(rizoma) : batang menjalar di bawah permukaan tanah.
                                       Contoh : kunyit, lengkuas, jahe.
              o   Tunas di sekitar pangkal batang, biasanya membentuk rumpun.
                                        Misal : pisang, pinang, bambu.
              o   Tunas di tepi daun. Contoh : cocor bebek.
              o   Umbi lapis. contoh : bawang merah .
              o   Umbi batang, contoh : kentang.
    B.      Pemencaran tumbuhan
berdasarkan luasnya daerah penyebaran, tumbuhan dapat di kelompokkan menjadi 2, yaitu:
·         Kosmopollit : penyebaran luas terdapat dimana-mana.
·         Endemic : penyebaran sempit , terdapat didaerah tertentu saja.
      Pemencaran dapat terjadi melalui bantuan dan tanpa bantuan dari faktor luar.
*      Tanpa bantuan faktor luar
1. Geragih atau stolon, contoh rumput teki.
2. Rizoma (akar tinggal), contoh alang-alang.
3. Tunas, contoh : tebu, pisang, bambu
4. Gerak higroskopi, terjadi karena perubahan kadar air. Contoh : petai cina dan kembang merak.
*      Dengan batuan faktor luar
a.       Anemokori : dengan bantuan angin. Biji kecil, ringan dan mempunyai alat untuk melayang. Contoh : anggrek, randu, mahoni.
b.      Hidrokori : dengan bantuan air. Alat perkembangbiakan memiliki 3 lapisan kulit, yaitu eksokarp, mesokarp, dan endocarp. Contoh : kelapa.
c.       Zookori : dengan bantuan hewan.
d.      Antropokori : dengan pelantara manusia.
    C.      Reproduksi pada hewan
Reproduksi pada hewan terjadi secara seksual dan aseksual. Ada beberapa bentuk aseksual, yaitu :
1.       pembentukan tunas/ gemule.
2.       Fragmentasi
Reproduksi seksual yang sifatnya khusus, contohnya :
a.       Parthenogenesis : reproduksi seksual dengan sel telur tidak di buahi.
b.      Pseudoseks, yang sebenarnya adalah sebuah parthenogenesis pula, hanya saja terjadi proses “mengawini”, misalnya pada kadal betina dan kadal betina lain yang berperan sebagai kadal jantan (tidak menghasilkan sperma)
c.       Hermaproditisme, pembuahan dilakukan oleh sesama jenis yang kemudian mengalami periubahan jenis kelamin. Misalnya pada belut.
 
;